Jubah
*Di lobby PIM 2
Ia melihat temannya, lalu tersenyum, dan memberikan cium pipi kiri kanan ala Indonesia. Tak dinyana ada tiga orang lain dibelakang temannya. Ia acuh tak acuh, padahal aku yakin kalau ia pernah mengenal dua dari tiga orang tersebut. Dasar!!! Malah dengan muka datar ia memperkenalkan diri ke satu-satunya orang yang belum dikenalnya dan ia membuang wajahnya ke arah temannya lagi. Huh, tidak tahu sopan santun apa. Bukankan harusnya ia tersenyum pada dua orang lainnya? Aku yakin walaupun sekilas, ia masih mengingat nama mereka. Blagu!!! Kesan buruk saja yang di tebarnya. Sudah lupa dengan prosedurkah ia? Tapi tak mungkin. Tikus-tikus yang di latih B.F. Skinner saja mampu kabur dari maze. Bahkan, setelah Skinner mengubah letak jalan keluarnya tikus-tikus itu tidak salah rute. Ah, saya lupa!! Bahwa ia bukan binatang yang dapat dibentuk tingkah lakunya semudah itu. Baguslah kalau ia masih kenal nurani.
**Didalam mobil perjalanan menuju Kemang Food Festival
"Dit, tanyain temen-temen gw dong!" (Merujuk ke dua temannya di bangku belakang yang sedari tadi diam membisu.)
"Aduh, maaf nih. Gw udah setaun ga tau apa-apa disini. Lo dong ajak gw basa-basi." (Tanpa merasa rasa bersalah atau canggung sedikitpun ke arah dua orang yang baru dikenalnya itu.)
Ia melihat temannya, lalu tersenyum, dan memberikan cium pipi kiri kanan ala Indonesia. Tak dinyana ada tiga orang lain dibelakang temannya. Ia acuh tak acuh, padahal aku yakin kalau ia pernah mengenal dua dari tiga orang tersebut. Dasar!!! Malah dengan muka datar ia memperkenalkan diri ke satu-satunya orang yang belum dikenalnya dan ia membuang wajahnya ke arah temannya lagi. Huh, tidak tahu sopan santun apa. Bukankan harusnya ia tersenyum pada dua orang lainnya? Aku yakin walaupun sekilas, ia masih mengingat nama mereka. Blagu!!! Kesan buruk saja yang di tebarnya. Sudah lupa dengan prosedurkah ia? Tapi tak mungkin. Tikus-tikus yang di latih B.F. Skinner saja mampu kabur dari maze. Bahkan, setelah Skinner mengubah letak jalan keluarnya tikus-tikus itu tidak salah rute. Ah, saya lupa!! Bahwa ia bukan binatang yang dapat dibentuk tingkah lakunya semudah itu. Baguslah kalau ia masih kenal nurani.
**Didalam mobil perjalanan menuju Kemang Food Festival
"Dit, tanyain temen-temen gw dong!" (Merujuk ke dua temannya di bangku belakang yang sedari tadi diam membisu.)
"Aduh, maaf nih. Gw udah setaun ga tau apa-apa disini. Lo dong ajak gw basa-basi." (Tanpa merasa rasa bersalah atau canggung sedikitpun ke arah dua orang yang baru dikenalnya itu.)

1 Comments:
Dit, emang ada "merasa rasa" ya? bukannya cuma "merasa bersalah" ya?
iya nih belagu banget sih dia.. apalagi ama gue loh? hehehe xD
anyway, great monolog!
Post a Comment
<< Home